Baptisan Selam
Mengapa kita harus memberikan diri dibaptiskan secara selam? Memang mengenai topik
ini ada banyak kontroversi dan pandangan yang berbeda-beda. Akan tetapi kita harus berani menggali kebenaran Alkitab mengenai hal ini.
Seringkali sesuatu hal menjadi bahan perdebatan karena orang-orang tidak memahami hakekat asli dari pokok atau hal tersebut. Karena itu ketika kita berbicara mengenai baptisan, pertama sekali kita harus melihat dahulu kata asli Alkitab yang dipakai untuk perkataan baptisan.
Arti dan Definisi
Dalam bahasa asli Alkitab Perjanjian Baru, yaitu bahasa Yunani, baptisan berasal dari kata Yunani BAPTIZO (Greek-English Dictionary New Testament UBS). Baptizo merupakan suatu kata kerja. Kata dasar dari Baptizo adalah BAPTO. Untuk mendapatkan makna yang hakiki dari “baptizo” itu, terlebih dulu kita harus mengetahui arti dari kata “bapto”. Kata “bapto” tertulis tiga kali dalam teks asli Alkitab Perjanjian Baru. Ketiga ayat yang memuat kata “bapto” itu adalah:
1. Lukas 16:26. “Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku…”
2. Yohanes 13:26. “Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya.”
3. Wahyu 19:13. “Dan Ia memakai Jubah yang telah dicelupkan ke dalam darah…”
Dari ketiga teks tadi, kita mendapati bahwa “bapto” memiliki arti “mencelupkan sesuatu ke dalam suatu cairan, dan kemudian mengeluarkannya kembali.” Itulah arti harafiah/dasar dari “bapto”.
Baptizo yang menjadi kata kerjanya kemudian digunakan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk menyelamkan/mencelupkan sesuatu dan mengeluarkannya kembali. Dalam konteks bahasa Yunani Kitab Perjanjian Baru, “baptizo” dipakai dalam kegiatan pembaptisan air, baik itu dalam baptisan Yohanes maupun baptisan yang dilakukan oleh para rasul.
Kata benda dari “baptizo” adalah BAPTISMA, yang memiliki makna penyelaman atau pencelupan. Sebuah contoh yang jelas terdapat dalam Injil Matius 3:16, “Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.” Dari paparan berdasarkan teks asli Alkitab Perjanjian Baru, maka jelaslah bahwa baptisan Kristen sebagaimana yang dimaksudkan Alkitab adalah BAPTISAN SELAM. Yaitu, orang yang menerima Kristus/bertobat tersebut dibaptis selamkan ke dalam air sehingga basah seluruh tubuh. Tuhan Yesus menjadi contoh yang sempurna tatkala Ia memberi diri-Nya untuk dibaptiskan/diselamkan ke dalam air di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis.
Tradisi Sejak Lama
Baptisan sebagai peristiwa penyelaman ke dalam air, memiliki tradisi yang panjang sejak zaman bangsa Israel Kuno (zaman Perjanjian Lama), yaitu jauh sebelum zaman Yesus. Orang Israel sejak dahulu kala telah memiliki tradisi baptisan yang disebut “baptisan proselit”. Baptisan ini merupakan upacara bagi orang asing yang ingin memeluk agama Yahudi/Judaism. Apabila ada orang yang ingin memeluk agama Yahudi, ia harus melakukan tiga hal, yaitu mempersembahkan korban, disunat dan dibaptiskan. Upacaranya adalah sebagai berikut: Orang yang akan dibaptis memotong kuku dan rambutnya; ia harus menanggalkan pakaiannya; kolam baptisan harus diisi air sedikitnya 40 seah, yaitu kira-kira 200 liter air; setiap bagian tubuhnya harus kena diselamkan dalam air dan mengucapkan pengakuan iman di depan tiga orang bapa baptisan.
Kesimpulan
Jelas sudah bahwa baptisan yang sesungguhnya seperti yang dikehendaki Alkitab adalah baptisan yang dilakukan dengan cara diselamkan seluruh tubuh ke dalam air dan kemudian dikeluarkan kembali. Baptisan memiliki makna yang sangat dalam. Dalam kitab Kisah Para Rasul 2:37-38, baptisan merupakan tanda pertobatan. Selain itu, baptisan merupakan juga perintah langsung dari Tuhan Yesus Kristus (Matius 28:19-20). Formulanya adalah dilakukan dalam nama Allah Tritunggal, yaitu dalam nama BAPA, PUTRA, & ROH KUDUS. Oleh sebab itu, hendaklah kita mentaati perintah Tuhan, dengan melakukannya sesuai cara yang benar, yaitu diselamkan ke dalam air. Tuhan Yesus memberkati.







kalau kita berbicara tentang baptisan selam sering terjadi kontroversi, tapi saya berpikir sederhana saja kalau Tuhan Yesus mau baptis percik tidak usah jauh-jauh ke sungai yordan di rumah cukup banyak wadah yang bisa menampung air untuk upacara baptisan, yang kedua kita semua tahu bahwa firman Tuhan berkata bertobatlah dan berikanlah dirimu dibaptis, ini menunjukan bahwa hanya orang yang sudah dewasa yang mengetahui baik dan buruknya bahwa dia berdosa dan harus bertobat untuk dibaptis…….
Oleh: john on April 14, 2009
at 10:59 pm
Kalau kita berbicara tentang baptisan selam atau percik sering terjadi kontroversi, ttpi saya berpikir sederhana saja 1. Kalau Tuhan Yesus mau baptis percik gak usah jauh-jauh ke sungai yordan cukup di bait Allah aja karena disana ada wadah yang dapat menampung air untuk upacara baptisan
2. Baptisan selam itu pertanda pertobatan firmanya jelas, 3. Kalau masih bayi tidak mungkin di baptis karena bayi belum mengerti dan tahu dosa lho dan 4. Yesus di baptis pada usia dewasa karena Yesus mengetahui kebenaran.
Oleh: john on April 14, 2009
at 11:41 pm
Hahahaha….
1. kalo Yesus dibabtis dirumahnya, Yohanes harus kerumah Yesus dong, supaya kitab digenapi. pdhal dia kan lagi sibuk di sungai yordan…
2. pertobatan? atau tanda menerima Tuhan?
3. justru bayi lbh mudah dibabtis bro, apalagi selam, kan lebih ringan dicelupin hahaha…, lagian Yesus kan ngak berdosa, tapi di babtis tuh…
4. Terang aja dibabtis dewasa, krn kalo bayi, Yohanes nya juga masih bayi bro, Yesus harus nunggu bro supaya alkitab digenapi…
to all bro n sis, next pake tuntunan Roh Kudus kalo mau memahami yang berhubungan dengan kerajaan Allah, jangan pake fikiran, baik sederhana maupun kompleks, bisa nyasar :P, dan sebaiknya jauhkan diri dari pemahaman-pemahaman harafiah, karena Allah itu tidak harafiah…
God Bless you all…
Oleh: damai on Mei 31, 2009
at 7:48 am
Kenapa begitu banyak dipersoalkan masalah cara pembabtisan padahal Perintah Tuhan Kita Yesus Kristus sangat jelas yaitu:
…. dan babtislah (celupkanlah / bukan percikilah) mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, … (bukan kedalam air).
Saya tidak mengerti atas perbedaan pendapat yang ada, tetapi saya juga tidak tau kepada siapa saya harus percaya selain perintah Tuhan Yesus yang tertulis pada Matius 28:19.
Oleh: Parlin on Agustus 3, 2009
at 5:19 pm
Kenapa harus diselam ?
1.Baptiso = diselamkan/dicelupkan. tradisi saat itu seseorang kalau mencelupkan kain putih pada air pewarna yang dia ingini, setelah dicelup kain itu akan berubah. ini adalah gambaran perubahan hidup orang yang dibaptis. manusia kembali menjadi seperti gambar Allah yang diinginiNYA.
2.kalau tidak dibaptis selam ,bagaimana mungkin Roma 6:3-4 digenapi dalam diri kita ? dikatakan dalam nats tsb, kita yang dibaptis dalam Kristus telah dibaptis dalam kematiaanNya.kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian. Mungkinkah Yesus dikuburkan tubuhNya tidak tertutupi semua ? seseorang yang dibaptis selam tubuhnya tertutupi semua oleh air sama seperti Kristus dikuburkan,tubuhnya tidak terlihat. Sama seperti Kristus keluar dari kubur dalam kebangkitanNya demikianlah persamaan orang yang keluar dari dalam air baptisan selam.
3. susah amat sih mengikuti Alkitab 100% untuk baptisan selam ? toh air sama daratan Tuhan ciptakan lebih banyak airnya ? jadi nyari air gampang banget.
4.Katanya mau seperti Yesus ? Yesus kan dibaptis selam. kenapa sih engga mau ngikutin teladan Dia?
5.salah satu makana baptisan dilakukan ialah untuk membuktikan orang itu bertobat. Kalau baptisan percik umumnya dilaksanakan gereja pada bayi/anak kecil. apakah bayi/anak-anak tersebut bisa mengambil keputusan bertobat ?Pertobatan adalah keputusan yang sangat individual bukan dipaksakan gereja atau orang tua.
Oleh: Maringan T on Oktober 8, 2009
at 9:17 am