ASAL MULA BAPTISAN PERCIK
Saya ingin sedikit memberi informasi mengenai asal mula baptisan percik yang saya dengar dari dosen saya di Institut Teologi Dan Keguruan Indonesia (Seminary Bethel) Petamburan, Jakarta, yaitu Pdt. Thomas Bimo, M.Th pada mata kuliah Teologi Perjanjian Baru. Beliau mengatakan tradisi baptisan percik berawal tatkala seluruh kekaisaran Romawi harus memeluk agama Kristen, karena “sang Kaisar” Konstantin Agung telah menjadi Kristen. Kaisar Kristen berikutnya, Kaisar Theodosius bahkan di tahun 380 M, mengeluarkan “dekrit/edict Theodosius” yang isinya mengatakan bahwa “Agama kekaisaran Romawi adalah agama Kristen“.
Dampak dari keputusan kedua Kaisar Kristen tersebut, adalah Kristenisasi massal di seluruh wilayah kekaisaran Romawi (Kalau tidak menjadi Kristen, akan berhadapan dengan tentara Romawi dan dihukum). Akibat kristenisasi massal tersebut, maka terjadilah baptisan selam besar-besaran. Situasi yang seperti itu, membuat kolam-kolam dan sungai-sungai menjadi sangat sesak. Akibatnya untuk memudahkan, maka orang-orang tersebut akhirnya dipercik dgn air. Alasan “praktis” yang terjadi karena sikon yang darurat itu, kemudian dijadikan “tradisi” oleh gereja Katolik (ingat saat itu, tidak ada aliran2 gereja, hanya ada satu gereja , yaitu gereja Katolik).
Hal itulah yang membuat Baptisan Percik tidak mempunyai referensi di dalam Alkitab. Karena memang baptisan percik baru lahir dan kemudian dijadikan tradisi gereja sejak kira-kira tahun 380 M (sebagai dampak edik Kaisar Theodosius).
Selain akibat Kristenisasi terhadap penduduk kekaisaran Romawi tersebut, saya mendapat penjelasan kedua, mengenai berkembangnya tradisi baptisan percik. Dalam buku History of the Christian Church, Volume II, karangan Philip Schaff, pada halaman 181, ditulis bahwa baptisan percik mulai dilakukan gereja Katolik pada awalnya terhadap orang yang sakit (orang yang bertobat tersebut menderita sakit, sehingga tidak mungkin dilakukan baptisan selam).
Kedua alasan inilah yang menjadi awal mula dari berkembangnya tradisi baptisan percik di dalam gereja Katolik sejak tahun 380 M sampai masa reformasi (ingat waktu itu blm ada aliran Protestan). Setelah reformasi Protestan yang dimotori Martin Luther pada tahun 1517, aliran-aliran dalam gereja Protestan ada yang tetap menganut tradisi baptisan percik, namun ada juga yang kembali pada baptisan selam (baptizo) seperti yang tertulis literal di Alkitab dan juga tradisi gereja mula-mula (kira-kira tahun 30 M – 380 M).







mengapa kita harus melakukan baptisan percik
Oleh: gitry on Februari 10, 2009
at 2:42 pm
so, baptisan percik intinya tidak mempunyai dasar dalam Alkitab??? jadi, bagaimana dengan denominasi yang mempergunakan cara percik? apa baptisan tersebut tidak sah??? apakah baptisan dapat dilakukan berulang kali??
Oleh: zhu on Maret 3, 2009
at 12:14 pm
tak ada bukti dalam Alkitab bahwa baptisan itu selam. itu hanya dilakukan untuk cari sensasi spy dapet jemaat lalu dirikan jemaat baru lalu jadi pemimpinnya lalu raup uang. tul ngggak ….?
Oleh: boby on Maret 30, 2009
at 6:14 am
Baptisan.
Definisi: Kata “membabtis” berasal dari bahasa Yunani bafti,zein,yang berarti “mencelup,membenamkan,” ( A Greek-English Lexxcon oleh Liddell dan Scott) Babtisan air Kristen adalah suatu lambang yang kelihatan bahwa pribadi yang dibabtis telah membuat pembaktian yang lengkap,secara terbuka,dan tanpa syarat melalui Yesus Kristus untuk melakukan kehendak Allah Bapa (Yehuwa).Alkitab antara lain juga menyebutkan babtisan Yohanes,babtisan dengan roh kudus dan babtisan dengan api.
Babtisan Kristen,apakah dengan memercikkan air atau membenamkan seluruh tubuh?
Yesus sendiri di babtis di sungai Yordan.
Markus 1:9,10 : ” Yesus dibabtis (dibenamkan) di sungai Yordan oleh Yohanes.Pada saat ia keluar dari air,ia melihat langit terkoyak.
Kisah rasul 8:36-38: “Mereka melanjutkan perjalanan,dan tiba disuatu tempat yang ada air.Lalu kata sida-sida (Etiopia) itu: ;Lihat , disitu ada air; apakah halangannya jika aku dibabtis?
Kisah 8:38: Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu,dan keduanya turun kedalam air,baik Filipus maupun sida-sida itu,dan Filipus membabtis dia. Jelas disini kata turun kedalam air berati masuk kedalam air atau nyebur.
Nah, ini sedikit sumbangan dari saya semoga diterima dengan akal yang logic
GBU 4 all n thanx buat pak Bob
Oleh: Frieden on Maret 31, 2009
at 4:35 am
Baptisan?
Yang nentuin “legalitas” Baptisan itu manusia atau Tuhan sich?
Ada yang menjamin gitu klo udah di-baptis selam lantas orang tersebut gak kembali ke dosanya lagee??
Just sharing, saya udah dibaptis keduanya lho..
Saya kadang ngerasa lucu gitu, ritus yang dipermasalahin, bukan esensinya. Esensinya kan keselamatan dari Lord JC.
Kita diberi hikmat untuk setidaknya mencari tau apa yang benar, in this case from THE HOLY BIBLE, n soal Baptis yang berasal dari kata Baptizo yach?? Yang berarti Baptis yang benar menurut Alkitab versi terjemahan aslinya adalah baptis selam.
Yang saya mau kritisi adalah, “rasa benar sendiri” sehingga kita sering menganggap yang lain salah.
Bisa melihat selumbar di mata Saudara kita, tapi balok di mata kita, kita tidak lihat.
Dari tulisan Bang Bobby, saya menyadari sesuatu, bukan kebetulan saya rasa, asal muasal Baptisan percik. Toh banyak jiwa jadinya kenal ama Lord JC. Sama seperti natal yang kog dirayain tgl 25 Desember??
So, kenapa kita gak saling mengasihi n melengkapi satu sama lain, alih-alih saling menyerang n menghakimi?
Thx 4 d Posting Pak Bobby
Oleh: aldo_Godenzonen on Maret 31, 2009
at 11:03 am
syalom…
mengenai baptisan sampai sekarang ini masih di pertentangkan..
tetapi yang kita harus sadari bahwa jelas dalam :
Yohanes 1:1 mengatakakan “Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama – sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah”.
dari sini kita bisa simpulkan bahwa, Firman itu adalah Allah, dan kita tahu juga bahwa satu – satunya Firman Allah yang tertulis adalah Alkitab.. Amen!
So..
Kalau dalam Matius 3:16 sudah Jelas, Kalau Tuhan Yesus sendiri mau dibabptis Selam / dibenamkan, kenapa kita tidak…
Yesus adalah teladan kita, kenapa kita tidak mengikutinya…?
Apakah kita lebih tinggi dari Yesus sehingga kita cukup hanya percik saja..
disini bukan kita saling menyerang, tetapi kita harus menyatakan Firman Tuhan secara terus terang. tanpa harus di tutup – tutupi.
karena apa, Firman Tuhan sekarang sudah di campur sama Filsafat2.
Firman Tuhan sendiri mengatakan “kalau ya, katakan ya dan kalau tidak katakan tidak. selebihnya berasal dari si jahat / iblis”.
apakah kita meragukan Firman Tuhan…?
kalau kita meragukan Firman Allah berarti kita meragukan Allah, karena Alla adalah Firman itu sendiri.
syalom
Tuhan Yesus Memberkati
Oleh: andri on April 16, 2009
at 9:04 am
Shalom Ps !!!!
Pada suatu saat tahunnya lupa, saya beribadah puasa di gereja lokal, kebetulan ada seorang hamba Tuhan dari Medan selesai khobat, hamba Tuhan tersebut berdoa dan memberkati gembala gereja lokal kami, waktu kami jemaat diminta mengangkat tangan untuk memberkati gembala lokal kami, saya melihat dalam Roh bahwa tempat dimana kami ibadah gelap dan melihat lidah-lidah api turun dari atas dan diatas kepala nya memberkati Gembala kami, Matius 3 : 11 dan Lukas 3 : 16, apakah pertanda yang dimaksud dengan dibabtis dengan api mohon tanggapannya terima kasih Ps.
Tuhan Yesus memberkati.
Oleh: john on April 20, 2009
at 11:35 pm
Kebetulan saya baru menghadiri kebaktian rohani dimana kami sedang membahas arti baptisan. Banyak macam2 baptisan yang kami bahas di antaranya adalah: baptis SDbendera, baptis percik , baptis api/obor dan baptis selam. Sesuai apa yang di katakan oleh firman Tuhan baptis selam yang sesuai. Bisa di baca dalam Efesus 4:5 – Satu Tuhan, Satu Iman dan Satu Baptisan. Ingat, hanya ada satu baptisan. Bukan saya yang menambahkan kata-kata ini…tapi Alkitab say it. Pada Matius 3:13-16, kata-kata “Keluar” dimana opositenya adalah masuk. Jadi sebelum ada kejadian “keluar” berarti ada kejadian “masuk” sebelum itu. Jadi baptisan bukan untuk mencari sensai seperti apa yg di katakan oleh beberapa saudara kita. Alkitab adalah tulisan tangan para-para rasul yang mendapat ilham dari TUHAN. Tidak boleh ada yang menambahkan dan mengurangkan. Memang kita memperoleh keselamatan dari Tuhan, tp kalo kita tdk menuruti segala apa yang di perintahkan apakah bisa?Memperoleh keselamatan bukan hanya saling mengasihi satu sama lain. Hukum dasar, Kasihi Tuhan Allah mu, dan Kasihi sesama manusia, pada dua dasar hukum ini lah tertera semua hukum taurat its mean the 10 commandments.
Sekian dan terimakasih
Oleh: foreign_beauty on April 25, 2009
at 7:03 am
setuju dengan artikel dari foreing_beauty.saya dari keluarga katolik dan saya pernah penasaran ketika saya mulai mencari Tuhan dan berhadapan tentang keberadan baptis selam dai samping baptis percik yang sudah saya kenal sejak kecil di kalangan keluarga.saya mempelajari baptisan secara alkitabiah dan saya menemukan dan bahwa baptisan selam lebih alkitbiah,,,
menurut saya di perlukan ketulusan dan kerendahan hati untuk menerima kebenaran tentang hal ini.
saran saya ; cobalah cari kata baptis.dan referensinya…
Oleh: budi on April 26, 2009
at 8:55 am
saran saya : cobalah cari kata baptis,dan referensinya dalam bahasa Inggris,Yunani,Ibrani. kalau anda mau jujur hati pasti menemukan bahwa kata baptis lebih mengacu pada selam.
God bless..
Oleh: budi on April 26, 2009
at 9:05 am
bukan untuk menyinggung denominasi gereja tertentu termasuk gereja lama saya,hanya untuk menyampaikan fakta alkitabiah
Oleh: budi on April 26, 2009
at 9:13 am
Terimakasih Sodara Budi, saya sendiri berada dari kalangan Gereja Advent. (Masehi Advent Hari ke Tujuh)
Bukan mau menghakimi denominasi gereja lain, tapi saya sebagai umat kristen berkewajiban untuk mengabarkan pekabaran yang benar.
Tuhan Yesus Beserta Kita semua. AMIN.
Oleh: Foreign_Beauty on April 30, 2009
at 1:19 pm
terlalu dini menyimpulkan percik salah
Oleh: siong on Juli 10, 2009
at 7:49 pm
baptis jg punya arti lain yaitu mencuciayg penting setelah dibaptis kita mau buat apa?kalo tetap pd manusia lama kita,mau dibaptis disungai yordan skalian ga da gunanya.air hanya sbg lambang untuk membersihkan,yang terpenting roh kudus yg mengubah hidup kita.gereja katolik didirikan ole
h kristus jd ga mungkin sesat……!!!!!
Oleh: bernard on Juli 17, 2009
at 7:46 pm
Yesus tidak pernah dibaptis percik, jadi jika kita ingin ikut Yesus pasti kita ikut apa yang pernah dilakukan Yesus. BEtul, jadi baptisan percik sebenarnya tidak memiliki dasar alkitabiah sama sekali, jadi saya berpendapat bahwa hal itu harus diluruskan kembali oleh Bapak-BApak gereja sekarang ini sehingga apa yang diaktakan tentang satu baptisan itu banar-benar terwujud
Oleh: abraham on Oktober 3, 2009
at 7:51 pm
apkah benar bahwa baptisan percik itu benar dan siapa pertama kali mengunakan hal ni?
Oleh: ramlan on Oktober 26, 2009
at 10:01 am