Posesifkah Pasangan Kamu?

Masalah kepribadian biasanya merupakan karakter atau sikap yang tidak semestinya. Sebagai contoh: sifat posesif. Posesif sendiri didefinisikan sebagai “Having or manifesting a desire to control or dominate another, especially in order to limit that person’s relationships with others.” atau dengan bahasa populer dapat didefinisikan sebagai “sifat memiliki rasa takut kehilangan dan rasa memiliki yang berlebihan terhadap pasangan.” Sifat ini biasanya sukar untuk dihilangkan, kecuali orang itu mengalami Kasih Tuhan yang memulihkan dan membuatnya merasa nyaman dengan dirinya, dan mampu bersikap benar berkaitan dengan kepemilikannya terhadap sesuatu (orang lain).
Ciri-ciri umum orang yang posesif biasanya cenderung selalu ditaburi perasaan was-was dan curiga yang berlebihan terhadap pasangannya. Dalam menjalin suatu hubungan mereka selalu merasa tidak nyaman, selalu dihinggapi rasa cemburu dan selalu merasa ingin dibutuhkan oleh pasangannya. Seseorang yang tidak dapat mengendalikan sifat posesifnya akan semakin menjurus pada perilaku kasar pada pasangannya, seperti menampar, menjambak, dan lainnya. Bahkan ia akan mulai mengintimidasi dan menekan pasangannya agar takut padanya. Sehingga pasangannya akan mudah diatur sesukanya.
Seseorang wanita yang berpacaran dengan pria yang posesif, jangan berharap banyak bahwa pria tersebut bisa berubah ketika sudah menikah. Pada kenyataannya, dalam banyak kasus, pria-pria tersebut justru “mengungkung” kebebasan pasangannya dengan perilaku-perilaku abnormalnya, misalnya dengan menelepon tiap 10 menit, memonitor aktivitas harian pasangannya, memeriksa tas dan barang-barang pasangannya, sampai yg ekstrem, melarang pasangannya utk bekerja atau keluar dari rumah (bila keluar rumah harus seijin pria tsb, dan bersamanya juga).
Secara psikologi hal ini mungkin bersumber dari kurangnya kasih sayang yang semestinya didapatkan pria tersebut dalam keluarga (dari ayah, ibu dan saudara). Hal itu memunculkan refleks dari alam bawah sadarnya bahwa kriteria dicintai mencintai adalah dengan memiliki pasangannya secara eksklusif. Biasanya pada saat berpacaran, sifat posesif sudah cukup terlihat. Misalnya dengan menelpon pacarnya hampir tiap jam, mengantar-jemput pasangannya ke kantor/kampus setiap hari, meminta pacarnya untuk tidak bergaul akrab dengan teman-teman prianya, perasaannya sangat sensitif mudah marah, memandang sinis teman pria sang kekasih dsb.
Kira-kira demikian gambaran umum tentang posesif. Apabila ada yang pacarnya mirip-mirip seperti diatas, berhati-hatilah. Kalau kamu merasa mantap, silahkan diteruskan (risiko ditanggung penumpang…). Bila memutuskan, wah repot kalau begitu!, pikirkan kembali matang-matang hubungan cinta kamu. Well, saya sarankan berdoalah kepada Tuhan.







Thx kak untuk artikelnya. Btw, sama ga antara egois dengan posesif ? Artikel di atas adalah gambaran yg terjadi dengan keluarga kakakku yg sulung (cowok) sewaktu awal2 mereka menikah hingga saat ini (sudah agak berkurang). Sejak kecil memang kakakku kurang mendapat kasih sayang dari Ayahku karena susah diatur. Waktu SMP aja sudah berani bilang kalo ayahku itu jelek dlsb.
Dan kini setelah mereka menikah hal itu masih tetap terjadi meski intesitasnya sudah berkurang. Tp aku rasa tidak ada yg mustahil sih untuk berubah. Skg juga kakakku mulai terlibat aktif di pelayanan. Tuhan pasti buka jalan. Amin
Oleh: Be example on Februari 6, 2009
at 4:52 pm
Ya,bagaimana cara menyikapi org yg posesif???
Oleh: mey chale on September 5, 2009
at 12:01 am